Status Siaga Merah Ditetapkan, 21 Titik di Kota Tangerang Berpotensi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang (PUPR) menetapkan status merah atau waspada terhadap ketinggian muka air sungai. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir di 21 titik yang tersebar di delapan kecamatan.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan penetapan status tersebut merupakan bentuk peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan di tengah curah hujan yang masih tinggi.

“Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini di tengah curah hujan yang masih tinggi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, terjadi peningkatan ketinggian muka air di sejumlah sungai dan saluran drainase setelah hujan deras pada malam sebelumnya. Beberapa titik yang terpantau meluap antara lain kawasan Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, serta Puri Kartika Ciledug.

Pemerintah berharap kondisi air dapat berangsur surut seiring dengan meredanya hujan. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara berkala, termasuk melalui aplikasi pemantauan banjir milik pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang (BPBD), Mahdiar, mengungkapkan hujan deras disertai angin kencang sejak sehari sebelumnya telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah serta kejadian pohon tumbang.

Air mulai menggenangi permukiman sejak sekitar pukul 03.00 WIB akibat meluapnya debit air sungai ke jalan dan kawasan warga. Ketinggian genangan bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, yang berdampak pada akses jalan umum, permukiman, hingga kawasan industri.

Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Jatiuwung, Cibodas, Cipondoh, Periuk, Ciledug, Larangan, Karang Tengah, dan Benda. Selain banjir, beberapa pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.

Petugas gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, organisasi perangkat daerah terkait, aparat kewilayahan, serta relawan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu evakuasi, bantuan mobilisasi warga, hingga evakuasi serta pemotongan pohon tumbang yang membahayakan.

More From Author

Banjir Hingga 1,2 Meter Rendam Villa Tomang Baru, Ratusan KK di Pasar Kemis Terdampak

Negara Hadir: Pemerintah Tangani Cepat Kerusakan Jembatan Akibat Luapan Sungai Peusangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *