Pemerintah memastikan proses transisi pemutakhiran data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan aman, tepat sasaran, dan tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan pada 23 Februari. Pertemuan dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi peserta tetap berjalan seperti biasa. Pembiayaan fasilitas kesehatan juga dipastikan aman, sementara peserta dengan penyakit kronis yang sempat terdampak akan diaktifkan kembali secara otomatis.
Saat ini, lebih dari 11 juta data peserta telah dimutakhirkan. Pemerintah akan melanjutkan proses verifikasi dan validasi selama dua bulan ke depan dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akurasi data penerima manfaat, sekaligus menjamin masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa hambatan.
Tim Redaksi










