BANDUNG – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mewajibkan siswa baru menandatangani surat pernyataan bermaterai berisi komitmen untuk mematuhi aturan kedisiplinan di sekolah, termasuk larangan membawa sepeda motor bagi pelajar.
Kapolri menilai langkah tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menanamkan disiplin serta meningkatkan keselamatan berlalu lintas bagi pelajar.
“Gubernur sudah memberi contoh dengan melarang anak-anak sekolah yang belum waktunya naik motor. Itu merupakan bagian beliau membantu kita,” kata Listyo dalam kegiatan Safari Ramadan Kapolri dan Peresmian Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) jajaran Polda Jawa Barat di Lapangan Apel Mapolda Jabar, (3/2026).
Sementara itu, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menjelaskan bahwa penerapan aturan kedisiplinan bagi siswa baru bertujuan membentuk karakter sejak awal mereka masuk sekolah.
Menurutnya, aturan tersebut tidak hanya melarang siswa membawa motor jika sekolah masih terjangkau kendaraan umum, tetapi juga melarang penggunaan knalpot brong, konsumsi minuman keras, hingga kebiasaan merokok.
Setiap siswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermaterai yang juga harus disetujui oleh orang tua. Jika terbukti melanggar poin-poin yang telah disepakati, siswa harus siap menerima konsekuensi hingga meninggalkan sekolah.
“Surat pernyataan itu juga wajib ditandatangani orang tua. Jika siswa melanggar, mereka harus siap meninggalkan sekolah,” tegas Dedi.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk perilaku dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan itu untuk membentuk karakter. Kalau ada siswa yang melanggar, kami bisa mencabut subsidi dan mereka harus keluar dari sekolahnya,” ujarnya.
Selain membentuk karakter, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kesemrawutan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar.
Menurut Dedi, tingkat ketertiban lalu lintas juga mencerminkan tingkat peradaban suatu daerah.
“Sekarang banyak pelajar naik motor tanpa helm, pakai knalpot brong, bahkan plat nomor tidak jelas, dan mereka menganggap itu hal biasa,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menciptakan daerah yang lebih tertib dan beradab dengan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kalau lalu lintasnya tertib, maka daerah itu adalah daerah yang beradab,” pungkasnya.
Tim Redaksi










