Pemerintah terus mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, (3/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pembangunan PLTS akan diprioritaskan di wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi listrik.
Menurut Rosan, dari target awal pembangunan PLTS sebesar 100 gigawatt, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan tahap awal sekitar 13 gigawatt.
“Sebenarnya pembangunan ini ditujukan untuk seluruh desa, namun pada tahap awal akan diprioritaskan di daerah yang sudah memiliki distribusi listrik. Dari target 100 gigawatt, sekitar 13 gigawatt akan lebih dulu diprioritaskan,” ujarnya kepada awak media usai rapat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencatat masuknya sejumlah investasi untuk mendukung pengembangan ekosistem industri tenaga surya di dalam negeri. Salah satunya adalah pembangunan pabrik dengan nilai investasi mencapai 1,4 miliar dolar AS yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Investasi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan kapasitas produksi hingga 50 gigawatt dan diharapkan dapat mendukung pemanfaatan produk dalam negeri untuk pembangunan proyek PLTS nasional.
Selain itu, Rosan menyampaikan bahwa Danantara telah mengembangkan prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt di Kabupaten Sumenep. Proyek percontohan tersebut nantinya akan ditinjau oleh tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk selanjutnya dapat dikembangkan secara lebih luas.
Presiden Prabowo juga mendorong agar pembangunan PLTS dapat dipercepat dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan, baik dari dalam negeri maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki teknologi dan kapasitas di bidang energi surya dan penyimpanan baterai.
Upaya percepatan pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. (BPMI Setpres)
Tim Redaksi










