Ratusan Massa Kepung PT IWIP, Wakil Ketua DPRD Halteng: “Kalau Rakyat Makin Menderita, Mending IWIP Angkat Kaki!”

Halmahera Tengah, 31/03/2026

– Suasana di kawasan lingkar tambang PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memanas pada Senin (30/03/2026). Ratusan pemuda dan masyarakat Desa Lelilef Waibulan, Kabupaten Halmahera Tengah, menggelar aksi demonstrasi menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas dampak lingkungan dan hilangnya mata pencaharian warga.

 

Aksi berlangsung sejak pagi dan terpantau berada di kawasan Taman Madani hingga sekitar Bandara Chekel.

Hingga malam hari, pihak kepolisian dari Polres Halmahera Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait aksi tersebut.

 

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Aksi bernomor 001/SP/PMD-MSY/III/2026 yang diterima redaksi, demonstrasi ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap dampak operasional perusahaan yang dinilai belum menjawab kebutuhan mendasar warga Lelilef Waibulan.

 

Dalam selebaran pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama: realisasi program air bersih, ganti rugi kerusakan atap seng rumah akibat polusi, solusi bagi pemilik kos-kosan yang kehilangan pendapatan, transparansi pengelolaan dana CSR/PPM, serta penanganan polusi debu melalui penyiraman rutin. Massa aksi memberi tenggang waktu paling lambat Hari Rabu (1/4/2026) untuk jawaban resmi dari perusahaan.

 

Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, menyatakan dukungan terhadap tuntutan masyarakat. “Buat apa ada investasi kalau masyarakat pribumi hidupnya makin menderita? Kalau kenyataannya seperti itu, mendingan IWIP angkat kaki saja dari negeri ini,” tegas politisi Partai NasDem itu saat dihubungi malam hari.

 

Ia menilai kondisi lingkungan di Lelilef mengalami tekanan berat sejak aktivitas industri berkembang. “Lelilef hancur, tanah-tanah mereka habis, laut tercemar, udara memburuk. Semua penopang hidup masyarakat rusak. IWIP wajib memenuhi tuntutan mereka,” ujarnya.

 

Tokoh masyarakat Halmahera Tengah, Wahab Nurdin, menilai aksi tersebut sebagai peringatan serius. “Kalau masyarakat sampai turun ke jalan dalam jumlah besar, itu berarti ada persoalan yang sudah lama mereka rasakan,” katanya.

 

Menurut Wahab, investasi penting untuk pembangunan, namun harus memastikan masyarakat sekitar tidak kehilangan sumber penghidupan. “Investasi harus memberi rasa aman dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Saya berharap semua pihak membuka ruang komunikasi yang baik untuk mencari solusi konkret,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Halmahera Tengah maupun PT IWIP terkait perkembangan aksi tersebut.

 

Berita ini dilansir dari berbagai media Indonesia, salah satunya detikhalmahera.com

 

“Bung”

More From Author

Pilkades Serentak 30 Desa Halteng: Hanya Dua Baca kades Tak Lulus Uji Kompetensi

Tuntutan Kos-kosan PT IWIP Memicu Pro Kontra, Masyarakat: “Kita Juga Punya Hajat Hidup yang Harus Dipenuhi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *