HALMAHERA TENGAH, 7 APRIL 2026
– Suasana penuh haru dan kedamaian menyelimuti masyarakat Desa Banemo dan Desa Sibenpopo pada hari ini, Selasa (7/4/2026).
Dengan hati yang tulus dan ikhlas, kedua belah pihak akhirnya saling memaafkan atas segala peristiwa yang sempat terjadi beberapa hari yang lalu. Kekeluargaan yang sempat merenggang kini kembali terjalin erat, mengukuhkan kembali ikatan persaudaraan yang pernah terjalin lama.
“Semoga tali silaturahmi yang sempat terputus kini kembali utuh dan semakin kuat,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Kedamaian ini dibangun di atas semangat kebersamaan dan nilai luhur budaya Fagogoru yang menjadi identitas masyarakat Halmahera Tengah.
Masyarakat sepakat untuk kembali hidup dalam damai, rukun, dan penuh ketenteraman. Konflik yang pernah terjadi tidak dijadikan alasan untuk bermusuhan, melainkan diambil sebagai pelajaran berharga guna memperkuat persaudaraan di masa depan.
“Konflik hanya mengajarkan kita untuk lebih dewasa dan saling menghargai, bukan untuk memisahkan,” tambahnya.
Pada akhirnya, sikap saling memaafkan terbukti menjadi jalan terbaik untuk menjaga hati tetap bersih dan hubungan persaudaraan tetap abadi selamanya.
Damai Banemo – Sibenpopo! 🤝🕊️❤️
“Bung”










