Halmahera Tengah, 6 April 2026
– Aktivitas eksplorasi dan pertambangan di wilayah Halmahera Tengah diduga kuat memberikan dampak negatif yang nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Salah satu yang paling terdampak adalah warga Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, yang kini kondisi perumahannya sangat memprihatinkan.
Atap rumah warga yang sebagian besar terbuat dari bahan seng terlihat mengalami kerusakan dan penurunan kualitas secara signifikan. Diduga hal ini dipercepat akibat paparan limbah dan debu hasil kegiatan tambang di sekitar wilayah tersebut.
Akibatnya, saat musim hujan tiba, air hujan kerap merembes dan masuk ke dalam rumah (kebocoran), mengganggu kenyamanan dan keamanan tinggal warga.
Tidak hanya masalah air, kondisi atap yang sudah rapuh dan sambungannya yang tidak rapat juga menjadi celah masuknya debu ke dalam ruangan. Debu yang bercampur dengan udara yang dihirup setiap hari ini dikhawatirkan menjadi faktor pemicu berbagai penyakit, terutama gangguan pernapasan seperti ISPA, asma, dan alergi. Hal ini sangat berbahaya mengingat yang paling rentan terdampak adalah anak-anak dan lansia.
Melihat kondisi yang tidak layak huni ini, masyarakat Desa Lukulamo menyuarakan harapannya agar mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, instansi terkait, maupun pihak perusahaan yang beroperasi.
Warga berharap ada tanggung jawab lingkungan dan bantuan perbaikan atau program pemugaran rumah agar hunian mereka kembali aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali.
“Bung”










