📰 📄
JAKARTA, 11 April 2026
– Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, angkat bicara mengenai dinamika politik dan tekanan yang diterima oleh pemerintahan saat ini. Dalam kesempatannya, Hashim menyoroti kinerja Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya sudah mulai menunjukkan hasil nyata meski baru menjabat.
Hashim menyampaikan bahwa sejumlah program strategis yang dijalankan oleh Presiden Prabowo sudah mulai terealisasi sejak masa awal kepemimpinannya. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam bekerja untuk kepentingan rakyat.
Namun, di balik capaian tersebut, Hashim menyoroti fakta bahwa meski Prabowo baru menjabat sekitar satu tahun lima bulan, sudah muncul berbagai pihak yang berupaya menjatuhkan serta melontarkan kritik dan hujatan bertubi-tubi.
“Mungkin belum genap dua tahun beliau menjabat, tapi serangan, kritik, hingga hujatan sudah datang begitu deras. Seolah-olah segala hal menjadi bahan perbincangan negatif,” ungkap Hashim.
Menurutnya, masa jabatan yang masih relatif singkat itu sebenarnya belum cukup waktu untuk menilai kinerja seorang pemimpin negara secara utuh. Padahal, berbagai program besar masih dalam tahap eksekusi dan membutuhkan waktu untuk manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prabowo Tetap Kalis dari Serangan
Hashim menegaskan, situasi serangan dan kritik tersebut bukanlah hal baru bagi Presiden Prabowo. Ia menyebut, sosok Prabowo sudah terbiasa menerima berbagai bentuk tekanan bahkan sejak puluhan tahun lalu.
“Hal tersebut bukan sesuatu yang baru bagi beliau. Prabowo sudah terbiasa,” ujarnya.
Hashim pun memuji kedewasaan dan ketenangan yang ditunjukkan Prabowo. Menurutnya, Presiden ke-8 RI ini tidak mudah terpancing emosi, tidak balas menyerang, dan tetap fokus pada tujuan utama.
“Yang luar biasa adalah ketenangan beliau. Meski banyak yang menyerang, Prabowo tetap tenang, tidak emosional, dan tidak membalas dengan cara yang sama. Fokus beliau tetap satu: bekerja untuk rakyat dan memajukan bangsa,” tegas Hashim.
Di akhir pidatonya, Hashim berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik. Ia berharap semua pihak bisa memberikan ruang dan waktu bagi pemerintahan untuk bekerja maksimal, serta menyikapi perbedaan pendapat dengan cara yang lebih dewasa dan konstruktif.
“Bung”










