Bupati Ikram beri Motivasi dan Edukasi Perdamaian pada Siswa SMPN 6 Banemo

Halmahera Tengah, 7 April 2026
– Dalam upaya pemulihan pasca konflik sosial yang terjadi antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, turun langsung melakukan pendekatan persuasif dengan mengunjungi siswa-siswi di SMP Negeri 6 Banemo, Kecamatan Patani Barat, Selasa (7/4).

Kunjungan ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi psikologis dan pendidikan anak-anak yang sempat terganggu akibat kericuhan yang terjadi. Bupati Ikram didampingi Camat Patani Barat, dan disambut hangat oleh para guru serta siswa yang sebagian besar baru saja menyelesaikan ujian sekolah.

Di hadapan ratusan siswa, Bupati Ikram memberikan pemahaman mendalam tentang arti konflik sosial dan dampak buruk yang ditimbulkannya, khususnya bagi dunia pendidikan dan masa depan generasi muda.

“Konflik sosial membawa banyak dampak negatif. Adik-adik tidak bisa belajar normal, hubungan pertemanan jadi renggang, bahkan ada rasa takut bersekolah. Ini adalah kerugian besar bagi kita semua,” ungkap Bupati Ikram.

Ia menegaskan bahwa anak-anak adalah pihak yang paling dirugikan dalam setiap pertikaian. Tidak hanya masa depan yang terancam, aktivitas ekonomi orang tua pun terganggu karena tidak bisa bekerja dengan tenang, yang pada akhirnya membebani kehidupan keluarga.

“Kalau konflik terus terjadi, pendidikan terganggu dan masa depan bisa terhambat. Orang tua juga tidak bisa bekerja di kebun seperti biasa. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kedamaian,” tambahnya.

Ajak Siswa Jadi Pelopor Kedamaian

Bupati Ikram mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai Agen Perdamaian. Ia meminta para pelajar ini menyampaikan pesan positif kepada orang tua dan keluarga agar tidak mudah terprovokasi serta menjauhi sikap yang memicu pertikaian.

Usai berdialog dengan siswa, Bupati melanjutkan arahan kepada para guru. Ia menekankan bahwa tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menyejukkan suasana dan membangun pola pikir yang toleran di tengah masyarakat.

“Ibu dan bapak guru memiliki peran penting. Mari berikan edukasi agar tidak mudah terprovokasi. Kita harus bergandengan tangan untuk menciptakan Halteng yang aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat serta memastikan proses pendidikan tetap berjalan kondusif di tengah situasi pasca konflik.

 

“Bung”

More From Author

IRONIS ! LINGKAR TAMBANG PT. IWIP LISTRIK TAK STABIL, WARGA DESA LUKULAMO & SEKITARNYA GELAP GULITA

Warga Lukulamo Resah! Macet Parah & Debu Tebal Mengancam Kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *