Dari Viral ke Aksi Nyata, Polda Maluku Utara Hadirkan Jembatan Merah Putih untuk Warga Salube

HALMAHERA UTARA ( mediagroupnusantara.com ), Hujan deras yang mengguyur Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara beberapa bulan lalu mengakibatkan jembatan kayu swadaya warga hanyut diterjang banjir. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung menuju seberang sungai, termasuk ke lokasi pemakaman umum.

 

Putusnya akses sempat menimbulkan kesulitan serius bagi masyarakat. Bahkan, sebuah peristiwa yang menyentuh perhatian publik terjadi ketika warga terpaksa menyeberangi sungai dengan menggotong jenazah secara bergantian di tengah derasnya arus. Video kejadian itu pun sempat viral di media sosial.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, segera memerintahkan jajarannya untuk membangun jembatan permanen yang lebih aman dan kokoh bagi masyarakat. Atas arahan tersebut, personel Satuan Brimob dari Polda Maluku Utara diterjunkan langsung ke lokasi.

 

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Wahyu Istanto Bram, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

 

“Awalnya masyarakat hanya memiliki jembatan kayu hasil swadaya. Ketika hanyut diterjang banjir, akses benar-benar terputus. Perintah Bapak Kapolda jelas, harus dibangun jembatan permanen yang kokoh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

 

Sebanyak 17 personel Satbrimob bersama warga Desa Salube bergotong royong membangun jembatan beton sepanjang kurang lebih 12 meter dengan lebar 3 meter. Material berupa batu dan pasir dikumpulkan dari sekitar lokasi. Konstruksi tiang dibuat dengan sistem pengecoran yang dirancang tahan terhadap derasnya arus sungai saat musim hujan dan banjir.

 

Kini, Jembatan Merah Putih telah berdiri kokoh dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Anak-anak sekolah tidak lagi khawatir saat menyeberang di musim hujan, para petani lebih mudah mengangkut hasil kebun, dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman.

 

“Jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kepedulian dan semangat gotong royong. Yang dibangun bukan hanya beton, tetapi juga rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Keberadaan jembatan permanen ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan kesejahteran dan kemajuan Desa Salube. Dari jembatan kayu yang pernah hanyut diterjang banjir, kini berdiri penghubung yang tidak hanya menyatukan dua sisi sungai, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi warga.

 

Tim Redaksi

More From Author

Dari Viral ke Aksi Nyata, Polda Maluku Utara Hadirkan Jembatan Merah Putih untuk Warga Salube

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi dalam Dua Gelombang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *