Halmahera Tengah – mediagroupnusantara.com
Dalam industri yang disetir oleh kepentingan pemodal, buruh yang secara jumlah jauh lebih banyak justru posisinya lemah dan selalu berpotensi untuk dikalahkan oleh pemodal yang hanya segelintir.
Hal ini lantaran pemilik modal menguasai alat produksi, sedangkan para buruh dianggap sekadar pemilik dari tenaga kerja yang harus dijual untuk bertahan hidup. Ketimpangan ini menyebabkan buruh hampir tanpa posisi tawar sama sekali secara individual. Upah yang satgnan, jam kerja panjang, kondisi kerja yang tak aman dengan kepungan berbagai pajanan, ketiadaan jaminan sosial yang memadai, semua itu adalah buah dari lemahnya posisi buruh dalam menghadapi kekuatan modal.
Satu-satunya jalan bagi buruh untuk keluar dari posisi tawar yang lemah ini adalah dengan menggalang persatuan sesama buruh. Melalui persatuan ini, jumlah buruh yang jauh melampaui jumlah pemodal bisa memainkan peran penting. Untuk mewadahi jumlah buruh yang banyak ini para buruh biasanya membangun serikat.
Pengorganisasian dan perluasan serikat buruh dalam hal ini bukanlah sekadar aktivitas administratif, melainkan instrumen perjuangan kelas. Melalui serikat, buruh yang sebelumnya lemah dan tersekat-sekat dapat membangun kekuatan kolektif yang terorganisir. Melalui kekuatan kolektif inilah buruh dapat membangun posisi tawar yang lebih kuat, membela sesama buruh di hadapan kesemena-menaan kaum modal, dan memperjuangkan perbaikan kondisi kerja secara berkelanjutan.
Mari bergabung dalam diskusi :
_BAKU DAPA #6_
“Majikan Punya Modal, Kita Punya Massa dan Cita-cita: Strategi Pengorganisasian dan Perluasan Serikat Buruh”*
📌📌
Selasa, 24 Februari 2026
Pukul 14:00 WIB/15:00 WITA/16:00 WIT
Online via Zoom Meeting :
Klik link di bawa ini 👇🏻 https://bit.ly/bakudapaenam
Livestreaming Youtube: Forum Buruh Tambang Lintas Pulau
Pemantik :
Abdul Kadir Jailani (Jay) – FSPIM KPBI
Nining Elitos – Konfederasi KASBI
Akbar Rewako – Konfederasi SGBN
Moderator : Azhar Irfansyah – Sembada Bersama
Dengan berkaca pada sejarah, kita dapat mengetahui bahwa perbaikan-perbaikan kesejahteraan dan kondisi kerja yang selama ini diraih para buruh bukanlah hasil dari kemurahan hati pemodal dan penguasa.
Setiap perbaikan nasib buruh adalah hasil dari perjuangan terorganisir. Melalui diskusi ini, mari kita asah kembali senjata kita: organisasi.
Hanya dengan serikat yang kuat dan meluas, kita bisa mengubah posisi lemah menjadi kekuatan yang disegani.
*(BUNG)*










