BANDUNG – Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi usai menghadiri acara buka puasa bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah elemen masyarakat di halaman Markas Polda Jawa Barat, (3/2026).
Dedi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan membebani pihak kepolisian dalam pengamanan arus mudik. Sebaliknya, pemerintah daerah akan membantu kelancaran lalu lintas dengan memberikan kompensasi kepada pengemudi angkutan kota, becak, dan andong di jalur mudik agar sementara waktu tidak beroperasi.
“Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat. Saya sudah melaporkan kepada Kapolda bahwa seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan kendaraan sejenis akan diliburkan menjelang dan setelah Idulfitri,” ujar Dedi.
Pria yang akrab disapa KDM itu menambahkan, para pengemudi yang menghentikan operasional selama sekitar satu pekan akan diberikan uang saku sebagai bentuk kompensasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kemacetan di jalur mudik Jawa Barat sehingga masyarakat yang menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur dapat melintas dengan lebih nyaman.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengaku terhormat dapat menghadiri acara buka puasa bersama sekaligus bersilaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat Jawa Barat.
Ia terlihat berbincang santai dengan sejumlah warga, termasuk pengemudi ojek online, buruh, dan mahasiswa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa terhormat dapat hadir dalam acara buka puasa bersama sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Jawa Barat dari berbagai elemen, mulai dari pengemudi ojol, buruh, hingga mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Listyo, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Barat mampu menjaga persatuan dan kebersamaan dengan baik. Ia menilai stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga apabila seluruh pihak terus memperkuat kebersamaan.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan safari Ramadan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sejalan dengan prinsip Polda Jabar, yakni Sauyunan Jaga Lembur.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga melaporkan bahwa pihaknya telah membangun 168 unit rumah layak huni melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai upaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Secara simbolis, sejumlah penerima manfaat menerima kunci rumah yang diserahkan langsung oleh Kapolri.
“Dengan adanya rumah yang layak huni, masyarakat dapat tinggal dengan lebih nyaman dan aman,” kata Rudi.
Tim Redaksi










