Hadiri Pelantikan Panitia Sidang Sinode Istimewa, Bupati Halut Tegaskan Komitmen Penyatuan GMIH

Halmahera Utara – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menghadiri pelantikan Panitia Sidang Sinode Istimewa Bersama Tahun 2026 yang merupakan bagian dari Tim Penyatuan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH). Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja Pusat Imanuel Gamsungi, Tobelo, Minggu (8/3/2026).

Pelantikan ini diikuti lebih dari 50 panitia yang berasal dari warga jemaat GMIH WKO dan GMIH Jalan Kemakmuran. Mereka dilantik berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/TP-GMIH/II/2026 yang dibacakan oleh Sekretaris Tim Penyatuan GMIH, Pdt. Ir. Leundame S. Boediman, S.Si., M.Th.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Piet Hein Babua yang juga dilantik oleh Ketua Sinode GMIH, Demianus Ice, menyampaikan bahwa momentum ini menandai fase baru dalam perjalanan kehidupan bergereja di lingkungan GMIH.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir GMIH sempat menghadapi berbagai dinamika internal yang diibaratkan sebagai badai dalam bahtera jemaat. Namun sejak deklarasi yang dilakukan pada 9 Januari 2024 setelah pertemuan dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), proses menuju rekonsiliasi dan penyatuan terus berjalan.

“Semua orang tentu berharap GMIH dapat kembali utuh. Namun masih ada sebagian pihak yang memandang secara parsial dan ingin mempertahankan status masing-masing, seolah-olah penyatuan itu tidak penting,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa deklarasi yang telah dilakukan merupakan tekad bersama untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di antara seluruh warga jemaat serta para pelayan gereja. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan membuka diri terhadap proses penyatuan demi mewujudkan gereja yang utuh dan satu.

Bupati juga berharap momentum pelantikan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi komitmen bersama untuk melanjutkan proses penyatuan hingga tuntas.

“Jika kita sungguh-sungguh ingin gereja ini menjadi satu, maka kita harus meninggalkan perbedaan dan luka masa lalu. Semua sakit hati, ketersinggungan, maupun konflik yang pernah terjadi harus kita lepaskan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahapan penting untuk menyamakan persepsi melalui proses penyelarasan. Hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam Sidang Sinode Penyatuan GMIH pada tahun 2027.

“Dalam proses penyamaan persepsi ini, semua hal yang masih mengganjal harus diselesaikan. Sehingga ketika memasuki sidang sinode penyatuan, yang tersisa hanya tahapan formal untuk mengesahkan kesepakatan yang telah dibangun,” jelasnya.

Bupati juga mengajak panitia yang telah dilantik untuk menjadi pelopor dalam proses rekonsiliasi di tengah jemaat. Menurutnya, panitia memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong terwujudnya persatuan gereja di seluruh wilayah Maluku Utara.

“Jangan melihat perbedaan secara personal. Bersihkan hati dari dendam dan kebencian. Dari situlah kita dapat melangkah menuju rekonsiliasi dan persatuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIH, Pendeta Demianus Ice, mengingatkan panitia yang baru dilantik agar memaknai pelantikan tersebut sebagai tugas besar dan penuh tanggung jawab.

Ia menilai proses penyatuan bukanlah hal mudah karena melibatkan berbagai pandangan dan persepsi yang harus diselaraskan. Karena itu, panitia diharapkan dapat bekerja dengan sungguh-sungguh demi keberhasilan penyatuan gereja.

Demianus juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan nyata terhadap proses penyatuan GMIH. Salah satunya melalui komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yang mengalokasikan dukungan dana sebesar Rp1 miliar bagi panitia tim penyatuan.

“Komitmen pemerintah daerah sangat besar. Bupati Halmahera Utara merespons dengan dukungan pendanaan sebesar Rp1 miliar untuk membantu kerja panitia,” ungkapnya.

Ia berharap Sidang Penyatuan GMIH pada tahun 2027 nantinya dapat menghasilkan gereja yang benar-benar utuh, dengan satu kepemimpinan sinode, satu badan pekerja, satu aset, serta kesatuan dalam teologi dan ajaran gereja.

Tim Redaksi

More From Author

Sosialisasi dan Konsolidasi Jadi Pilar Strategi Cakades 2026 di Halmahera Tengah

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pemkot Ternate Laksanakan Safari Ramadan Bersama Kemenag dan MUI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *