Halmahera Tengah, 7 April 2026
– Hidup Damai itu Indah.
Begitu indahnya hidup dalam rukun dan damai, ketika hati saling terbuka, tangan saling bergandengan, dan tidak ada lagi ruang untuk kebencian.
Di bumi Maluku Utara, khususnya di tanah Halmahera yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, kita mengenal sebuah filosofi luhur yang abadi:
“Mariluku, Maritina, Marimari”
(Saling mengisi, saling melengkapi, saling mengasihi)
Nilai inilah yang menjadi jembatan pemersatu kita. Dari ujung utara Halmahera, menyusuri hingga ke Tenggara Jauh, kita adalah satu keluarga besar. Berbeda suku, berbeda asal, namun tetap satu tujuan: hidup berdampingan dengan kasih sayang.
Damai bukan hanya tentang tidak adanya perang atau pertikaian. Damai adalah ketika kita bisa tidur nyenyak di malam hari, anak-anak bisa bermain dengan tawa tanpa rasa takut, dan tetangga datang berkunjung dengan senyuman tulus.
Damai adalah ketika sawah tetap subur, jalan tetap lancar, dan ekonomi terus berjalan karena kita menjaga keharmonisan.
Mari kita jaga nyala api perdamaian ini. Jangan biarkan api permusuhan memecah belah kita yang sudah bersaudara. Ingatlah, pertikaian hanya membawa luka, duka, dan kerugian bagi semua pihak. Namun kedamaian membawa berkah, kemajuan, dan kebahagiaan yang abadi.
Hidup Rukun itu Sehat, Hidup Damai itu Indah.
Mari kita rawat persaudaraan ini, dari Sabang sampai Merauke, dan khususnya dari ujung Halmahera sampai ke Tenggara Jauh. Indonesia yang damai, Maluku Utara yang rukun, Halmahera yang bersaudara. 🕊️❤️🌴
“Bung”










