Indonesia Tekankan Perlucutan Senjata sebagai Pilar Perdamaian Dunia di Konferensi Jenewa

JENEWA, 24 Februari 2026 – Indonesia menegaskan pentingnya perlucutan senjata sebagai fondasi bagi keamanan dan perdamaian dunia. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss.

Menlu Sugiono menyoroti situasi geopolitik global yang tidak menentu, yang memberi tekanan pada multilateralisme dan hukum internasional. Ia menekankan bahwa perlucutan senjata global saat ini tidak hanya stagnan, tetapi bahkan mengalami kemunduran.

Berakhirnya Perjanjian New START, yang sebelumnya menjadi kerangka pengendalian nuklir antara dua negara dengan senjata terbesar, dinilai melemahkan arsitektur pengendalian senjata global dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan. “Di tengah situasi ini, risiko salah perhitungan semakin meningkat,” ujarnya.

Sugiono menyerukan perlunya penguatan komitmen politik dan kemajuan substantif agar Konferensi Perlucutan Senjata dapat kembali menjadi forum utama perundingan global. Menurutnya, keamanan sejati lahir dari saling percaya dan dialog, bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga keharusan moral.

Sebagai anggota forum ini, Indonesia terus mendorong perlucutan senjata yang menyeluruh, transparan, dan tidak diskriminatif, demi dunia yang lebih aman dan damai.

More From Author

Sikap Kontroversial Duta Besar AS untuk Israel, DPR RI: Ancaman Ekspansionisme Global

TNI AL Sukses Tutup Latopshantai 2026, Ungkap Kesiapan Hadapi Ancaman Perairan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *