Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Indonesia Merdeka “Konfederasi Pekerja Buruh Indonesia (FSPIM-KPBI)”
Kabupaten Halmahera Tengah, Sahrudin Abdu, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera menangani krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah melanda wilayah tersebut.
Sahrudin Abdu menyampaikan bahwa kondisi kekurangan BBM sangat memengaruhi pendapatan para pekerja buruh, khususnya tenaga kerja Indonesia yang beraktivitas di Halmahera Tengah. Ia menyoroti dampak yang dirasakan oleh karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP), di mana peraturan perusahaan yang ketat menjadi beban tambahan mengingat para karyawan sangat bergantung pada BBM untuk transportasi menuju tempat kerja.
“Saya harap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi agar mencari jalan keluar secepat mungkin, demi nasib pekerja buruh di PT IWIP, Kabupaten Halmahera Tengah,” tegasnya.
Selain mendesak pihak berwenang, Pengurus DPC FSPIM-KPBI bersama Pengurus Unit Kerja (PUK) PT IWIP juga menghimbau seluruh jajaran manajemen PT IWIP untuk bekerja sama dan memahami situasi yang terjadi. Mengingat kondisi yang sedang tidak memungkinkan, pihak serikat pekerja berharap perusahaan dapat memberikan toleransi bagi karyawan yang datang terlambat atau bahkan tidak dapat hadir akibat ketidaktersediaan BBM.
” Tim Redaksi “










