Lewat Pendekatan Seni dan Budaya, Makassar Bangun Kesadaran Kolektif dan Ruang Kota Inklusif

MAKASSAR – Rangkaian kegiatan seni dan edukasi masyarakat yang sebelumnya dilaksanakan di Ujung Pandang akan berlanjut ke beberapa wilayah lainnya di Kota Makassar dengan konsep yang sama.

Kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kantor Kecamatan Mariso dan kemudian berlanjut di Kelurahan Mamajang Dalam. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada ketersediaan aula di lantai satu yang dinilai lebih mudah diakses oleh masyarakat dibandingkan fasilitas di lantai atas.

Pada 6 Mei 2026, kegiatan akan digelar di Kantor Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini. Di lokasi ini, rangkaian acara akan dikemas dalam bentuk pameran foto, diskusi publik, pertunjukan seni performansi, serta pameran lanjutan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini kemudian akan ditutup di Kecamatan Manggala. Menariknya, setiap lokasi akan menampilkan koleksi foto yang berbeda dan disesuaikan dengan konteks sosial di masing-masing wilayah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai edukasi sekaligus mendorong kolaborasi antarwarga dan pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Makassar berharap pendekatan kultural berbasis seni dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat dialog sosial, serta menciptakan ruang kota yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Tim Redaksi

More From Author

Rakor di Polda Sulsel, Bapanas Tekankan Stabilitas Harga dan Keamanan Pangan Terpadu

Permainan “Mega” Marak di Malam Ramadan, Pemkot Makassar Perkuat Pengawasan Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *