JAKARTA — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengajak pemerintah daerah memperkuat soliditas serta kerja sama lintas tingkat pemerintahan guna mempercepat pembangunan desa dan daerah tertinggal.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri agenda silaturahmi dan buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (DPP APKASI) di Jakarta, (3/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Dalam kesempatan itu, Yandri menekankan pentingnya komunikasi yang intens melalui dialog dan diskusi antar pemangku kepentingan untuk mencari solusi konkret dalam memajukan desa.
Menurutnya, silaturahmi yang terus terjalin akan membuka ruang diskusi yang konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Jika terdapat permasalahan, lanjutnya, hal tersebut perlu dibawa ke ruang dialog agar dapat ditemukan titik temu dan solusi bersama.
Yandri juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah tertinggal membutuhkan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta penguatan tata kelola desa.
Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi daerah tertinggal, di antaranya keterbatasan kapasitas fiskal daerah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga kualitas pelayanan dasar yang belum optimal.
“Beberapa waktu lalu kami telah melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Bappenas, Kemendagri, dan Kementerian PUPR. Kami menyadari bahwa potensi di tingkat kabupaten, khususnya di desa, sangat besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yandri menyampaikan pemerintah terus berkomitmen memberikan pendampingan teknis bagi desa-desa di wilayah tertinggal agar mampu berkembang secara mandiri.
Ia juga meminta kepala daerah aktif melaporkan potensi desa di wilayahnya untuk dapat dikembangkan melalui berbagai program ekonomi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, maupun desa tematik.
“Jika ada potensi desa, silakan disampaikan kepada kami. Ada program desa wisata, desa ekspor, dan berbagai program pengembangan ekonomi desa lainnya yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya.
Tim Redaksi










