Menpora Hadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir menghadiri Rapat Tingkat Menteri Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional yang digelar di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta, Jumat pagi (6/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan membahas penguatan talenta nasional untuk periode 2025–2029.

Dalam pertemuan tersebut, Erick yang juga bertindak sebagai Koordinator Gugus Tugas Bidang Olahraga memaparkan rencana penguatan Manajemen Talenta Nasional (MTN), mulai dari pengembangan kepemudaan hingga pembinaan olahraga.

Di bidang kepemudaan, Erick menekankan pentingnya penanaman nilai patriotisme, kegigihan, serta empati kepada generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, pemuda perlu memiliki semangat menjaga persatuan bangsa, sikap pantang menyerah dalam menghadapi persaingan di era digital, serta kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan.

Sementara itu, pada sektor olahraga, Erick menyampaikan bahwa melalui program Manajemen Talenta Nasional, Presiden Prabowo Subianto mendorong konsolidasi sistem pembinaan olahraga nasional melalui pembentukan akademi olahraga yang terpadu, modern, dan berbasis teknologi.

Akademi olahraga tersebut akan difokuskan pada pembinaan prestasi di 21 cabang olahraga unggulan serta dibangun secara terintegrasi antara pusat dan daerah dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Selain pembangunan akademi olahraga nasional, Kemenpora juga berupaya meningkatkan kualitas ekosistem olahraga secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas atlet, pelatih, akademi olahraga, hingga guru olahraga di sekolah melalui program sertifikasi yang melibatkan federasi olahraga.

Erick juga mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan dukungan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi atlet dan pelatih, serta mendorong adanya skema dana pensiun bagi atlet sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Sementara itu, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa penguatan Manajemen Talenta Nasional menjadi langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas manusia yang inovatif, berkarakter, dan berprestasi.

Melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah berharap sistem Manajemen Talenta Nasional mampu melahirkan generasi muda dan atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional sekaligus memiliki karakter kuat serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Tim Redaksi

More From Author

Buruh di Halmahera Tengah Gelar Diskusi “Ngopi Sambil Diskusi” untuk Tingkatkan Kesadaran Politik Pekerja

Kemenpora Gelar Buka Puasa Bersama, Menpora Ajak Jajaran Bertransformasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *