– Tujuan Gubernur Maluku Utara “Sherly Tjoanda Laos”,
Untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Halteng dan Haltim memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, terutama di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan pariwisata. Namun, aksesibilitas yang terbatas akibat kondisi jalan yang kurang memadai menjadi hambatan utama dalam mengembangkan potensi tersebut. Pembangunan Jalan Trans Kieraha diharapkan dapat menghubungkan kedua daerah, mempermudah pergerakan orang, barang, dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
● TUJUAN
– Meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antara Halteng dan Haltim.
– Mempermudahkan distribusi produk hasil usaha lokal ke pasar yang lebih luas.
– Mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata.
– Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan peluang kerja dan pendapatan.
– Memperkuat hubungan sosial dan budaya antara masyarakat kedua daerah.
● MANFAAT UNTUK MASYARAKAT DAN EKONOMI LOKAL
– Pertanian & Perkebunan: Petani dapat dengan lebih mudah membawa hasil panen seperti padi, kelapa sawit, kopi, dan cacao ke pasar, mengurangi biaya transportasi dan kerusakan produk.
– UMKM: Usaha lokal dapat memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan bisnis antar daerah, dan meningkatkan volume penjualan.
– Pariwisata: Wisatawan dapat dengan lebih nyaman menjelajahi destinasi alam dan budaya di kedua daerah, seperti Danau Jempang di Halteng atau kawasan wisata alam di Haltim, sehingga meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.
– Layanan Umum: Mempermudahkan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan pemerintahan antar daerah.
● RENCANA PELAKSANAAN
1. Studi Kelayakan: Melakukan analisis teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk memastikan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal.
2. Pengadaan dan Perizinan: Mengurus proses pengadaan tanah, izin pembangunan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.
3. Konstruksi: Melaksanakan pembangunan jalan sesuai standar teknis, dengan memperhatikan keamanan dan kelestarian lingkungan.
4. Pengoperasian dan Pemeliharaan: Menetapkan sistem pemeliharaan rutin agar jalan tetap dalam kondisi baik, serta mengatur lalu lintas untuk keamanan pengguna.
● PARTISIPASI MASYARAKAT
– Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan untuk memastikan rencana sesuai dengan kebutuhan lokal.
– Memberikan pelatihan dan kesempatan kerja kepada masyarakat lokal selama fase konstruksi.
– Mendirikan kelompok pengelola jalan atau forum masyarakat untuk mengawasi pemeliharaan dan penggunaan jalan.
Benar sekali Jalan Trans Kieraha yang menghubungkan Halteng dan Haltim akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Red/”Bung”










