Jakarta ( mediagroupnusantara.id ), Pemerintah terus mempercepat implementasi Program Sekolah Rakyat sebagai strategi utama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saat ini, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah memasuki tahap konstruksi di tujuh wilayah, dengan PT Brantas Abipraya (Persero) menjadi salah satu pelaksana utama proyek.
Program ini diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Melalui program ini, pendidikan ditempatkan sebagai fondasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Brantas Abipraya menangani pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat (dua lokasi), Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh lokasi tersebut termasuk bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap untuk jenjang SMP, SMA, hingga Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, menegaskan bahwa peran perusahaan tidak sebatas pembangunan fisik gedung. “Kami memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, serta kualitas konstruksi mendukung operasional sekolah jangka panjang,” ujar Dian di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman menangani proyek strategis nasional, Brantas Abipraya menerapkan standar mutu tinggi, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja. Dukungan konektivitas kawasan juga menjadi fokus agar mobilitas siswa, tenaga pendidik, dan distribusi logistik berjalan optimal.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah efektif dan efisien menuju target pengentasan kemiskinan hingga nol persen melalui pendidikan.
Desain Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas mencakup gedung SD, SMP, dan SMA; rumah susun guru; asrama siswa; masjid; gedung serbaguna; kantin; hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket. Model ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter siswa.
“Progres pembangunan berjalan sesuai rencana, dan kami berkomitmen menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambah Dian.
Tahap penyempurnaan bangunan dan fasilitas pendukung masih berlangsung. Pemerintah bersama Brantas Abipraya menargetkan proyek rampung pada Juni 2026, sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Hadirnya Sekolah Rakyat diharapkan menjadi katalis pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui infrastruktur pendidikan berkualitas.
( Red )










