KENDARI – Pemerintah Kota Kendari bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari merilis data terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) dan tingkat inflasi periode Februari 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor BPS Kota Kendari, Senin (2/3/2026).
Rilis data dipimpin oleh Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abdul Rauf serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sahuriyanto.
Dalam pemaparannya, Sultriawati menyampaikan bahwa inflasi Kota Kendari pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,83 persen. Terdapat 10 komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi, dengan emas perhiasan memberikan andil tertinggi sebesar 0,13 persen.
Ia menjelaskan, secara historis dalam lima tahun terakhir, bulan Februari umumnya mengalami inflasi, kecuali pada tahun 2022 dan 2023 yang sempat mencatat deflasi. Memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kewaspadaan terhadap pergerakan harga komoditas menjadi hal penting, terutama yang dipengaruhi oleh kebijakan daerah.
Menurutnya, komoditas seperti emas perhiasan dipengaruhi kebijakan global, sementara angkutan udara merupakan kebijakan nasional. Namun, pengendalian harga komoditas pangan seperti beras dan ikan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah melalui peran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abdul Rauf menegaskan bahwa pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus meningkatkan pengawasan di lapangan, khususnya terhadap komoditas pangan pokok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman dan harga terjaga stabil bagi masyarakat.
Ia juga menyebutkan, keterlibatan Perum Bulog dalam pertemuan tersebut memperkuat sinergi dalam menjaga kelancaran distribusi beras dan bahan pokok lainnya agar tetap terjangkau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sahuriyanto menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait perkembangan harga guna menjaga ketenangan masyarakat dan mencegah terjadinya panic buying menjelang hari raya.
Menurutnya, data inflasi yang dirilis menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengambil langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Bulog dan sejumlah OPD yang tergabung dalam TPID. Melalui rilis data secara rutin, diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi Kota Kendari sepanjang tahun 2026.
Tim Redaksi










