Presiden Prabowo Siap Kunjungi Jepang Akhir Maret, Kunjungan Resmi Perdana Sejak Menjabat

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan bertolak ke Jepang pada akhir Maret ini. Lawatan ini memiliki makna khusus karena menjadi kunjungan resmi pertama Prabowo ke Negeri Sakura sejak ia menjabat sebagai kepala negara.

Kementerian Luar Negeri (MoFA) Jepang melalui keterangan resminya menyebutkan, Presiden Prabowo dijadwalkan berada di Tokyo selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 29 hingga 31 Maret. Pemerintah Jepang pun menyatakan sambutan hangat atas kedatangan pemimpin Indonesia tersebut.

“Kunjungan Presiden Prabowo merupakan kesempatan besar bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif,” tulis pernyataan resmi MoFA Jepang sebagaimana dilansir dari situs resminya, Sabtu (14/3).

Selama berada di Jepang, Prabowo akan menjalankan serangkaian agenda kenegaraan tingkat tinggi. Salah satunya adalah melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran. Selain pertemuan, Kaisar Naruhito juga akan menjamu Prabowo dalam acara makan siang resmi sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi tamu negara.

Tak hanya menemui Kaisar, Prabowo juga akan menggelar diskusi bilateral bersama Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Kedua pemimpin ini siap membahas sejumlah isu krusial demi mempererat kerja sama di bidang ekonomi maupun keamanan di kawasan Asia.

Penguatan hubungan di level kepala negara ini juga beriringan dengan rencana pembahasan teknis di sektor pertahanan. Sebagaimana dilansir laporan Asahi Shimbun, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi berencana menyambangi Jakarta pada awal Mei untuk menemui Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Koizumi kabarnya bakal membawa misi perluasan kerja sama keamanan dan ekspor alpalhankam, menyusul rencana Tokyo merevisi aturan ekspor senjata mereka pada April mendatang. Dalam laporan tersebut, Indonesia disebut-sebut menunjukkan ketertarikan kuat terhadap kapal selam bekas milik Jepang. Pertemuan resmi pada akhir Maret ini diharapkan dapat mengukuhkan babak baru hubungan Jakarta-Tokyo di panggung internasional sekaligus memperkokoh sistem pertahanan nasional.

Tim Redaksi

More From Author

Kemhan Siapkan Morotai Jadi Pusat Latihan Militer Internasional, Bisa Digunakan Tiga Matra

Prada Nawawi Sabet Juara 1 MHQ Internasional Personel Militer di Libya, Harumkan Nama TNI dan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *