Washington DC – Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penegakan hukum dalam acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington, D.C., Rabu (18/2).
Dalam forum tersebut, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak fiskal yang kredibel, termasuk konsistensi pemerintah dalam memenuhi seluruh kewajiban pembayaran utang negara sepanjang sejarah.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Prabowo mengumumkan rencana pembangunan 10 universitas baru berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta pendirian 500 sekolah menengah berkualitas tinggi. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM nasional sekaligus mengatasi kekurangan tenaga profesional, khususnya di sektor kesehatan.
Di bidang tata kelola, Presiden menyampaikan langkah tegas pemerintah terhadap aktivitas ekonomi ilegal. Di antaranya penutupan sekitar 1.000 tambang ilegal di kawasan hutan lindung serta penyitaan sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang stabil serta kondusif.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap penyelesaian perjanjian perdagangan besar antara Indonesia dan Amerika Serikat yang diharapkan dapat memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya stabilitas ekonomi jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.










