Presiden Prabowo Temui Investor Global Kelola Aset USD15 Triliun, Dorong Indonesia Bangkit dari “Sleeping Giant”

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, (2/2026).

Para investor yang hadir merupakan CEO dan presiden dari perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai sekitar USD15 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa pertemuan yang awalnya dijadwalkan selama satu jam berlangsung hampir dua jam karena diskusi berjalan konstruktif dan produktif.

“Diskusinya cukup panjang, kurang lebih dua jam, dari yang tadinya diperkirakan satu jam karena diskusinya sangat bermanfaat dan produktif,” ujar Rosan dalam keterangan pers usai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, strategi penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepastian hukum. Setelah sesi utama, dialog dilanjutkan secara individual (one-on-one) dengan masing-masing pimpinan perusahaan guna membahas peluang kerja sama lebih lanjut.

Rosan menjelaskan, kehadiran Danantara Indonesia mendapat respons positif dari para investor. Mereka menilai lembaga tersebut berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi, baik untuk proyek di dalam negeri maupun kolaborasi investasi global.

Menurutnya, kemitraan tersebut dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan investor karena memungkinkan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai “sleeping giant”. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi nasional dan mempercepat pertumbuhan melalui kemitraan strategis dengan investor global.

Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi yang lebih luas di berbagai sektor strategis. (BPMI Setpres)

Tim Redaksi

More From Author

Pemerintah Impor Energi USD15 Miliar dari AS, IUPK Freeport-McMoRan Diperpanjang hingga 2041

Presiden Prabowo Tegaskan Kepastian Hukum di Washington, Investor Global Tunjukkan Minat Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *