Halmahera Tengah
– Calon pemimpin desa yang aktif membawa masyarakatnya untuk melakukan silaturahmi serta berdialog dengan pemerintah daerah (kabupaten) dapat dimaknai sebagai upaya memperkuat sinergi antara desa dan negara, yang selaras dengan pemikiran Bung Karno mengenai kepemimpinan dan kedaulatan desa.
Presiden pertama indonesia, menekankan bahwa desa merupakan fondasi pertahanan dan ekonomi negara. Melalui langkah proaktif berdialog dengan pemda, calon pemimpin desa menunjukkan kepedulian untuk menyampaikan aspirasi warga sekaligus memastikan kebijakan tingkat kabupaten dapat berjalan optimal di tingkat desa.
Pendekatan yang dilakukan tersebut mencerminkan prinsip musyawarah dan “Revolusi Rakyat” yang digagas Bung Karno. Pembangunan tidak lagi berjalan secara “main atas” atau hanya berdasarkan perintah dari tingkat yang lebih tinggi, melainkan dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah dan rakyat, dengan sinergi revolusi dari bawah dan atas.
Kunjungan ke tingkat kabupaten juga dijadikan sebagai wujud silaturahmi yang sejalan dengan semangat membangun persatuan dan memperkuat struktur kebangsaan. Hal ini penting untuk memastikan desa tidak terisolasi dan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan pembangunan nasional.
Dengan demikian, calon pemimpin desa yang aktif berdialog dengan pemda tersebut memenuhi salah satu kriteria pemimpin yang mengabdi pada kepentingan rakyat serta memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi lapangan di wilayahnya.
“Bung”










