Program Jalan Tani Maluku Utara: Bukan Janji, Progres Nyata untuk Petani, Gubernur Sherly Buktikan Uang Rakyat Kembali ke Rakyat Melalui Infrastruktur Pertanian

Malut, mediagroupnusantara.com – Program Jalan Tani, yang menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian bukan sekadar janji politik, melainkan progres nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejak diluncurkan, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2025, pembangunan jalan tani sepanjang 40 kilometer telah terealisasi di wilayah Halmahera Utara, dengan rincian 6 KM di Galela dan 36 KM di Tobelo. Progres ini tercatat mencapai 70% hingga akhir tahun, sebuah capaian yang menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas pertanian.

Melanjutkan keberhasilan ini, pada tahun 2026, target pembangunan jalan tani dinaikkan menjadi 100 kilometer, yang mencakup wilayah Halmahera Barat, Halmahera Timur, Oba, dan Gane Halmahera Selatan. Dengan anggaran Rp175 juta per kilometer, total alokasi untuk proyek ini mencapai Rp17,5 miliar.

Dampak langsung dari pembangunan jalan tani ini pun sudah terlihat. Biaya angkut hasil pertanian menurun hingga 50%, sementara akses kebun ke pasar menjadi lebih mudah. Hal ini otomatis meningkatkan pendapatan petani dan mendorong pertumbuhan sektor perhutanan sosial, karena distribusi hasil hutan dan pertanian menjadi lebih efisien.

Gubernur Sherly Tjoanda Laos menekankan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari konsep “uang rakyat kembali ke rakyat.” Dengan infrastruktur yang memadai, petani tidak lagi menghadapi kesulitan akses ke pasar, dan potensi ekonomi lokal dapat dimaksimalkan.

“Ini bukan sekadar janji politik. Ini adalah progres nyata yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur.

Program Jalan Tani menjadi contoh bagaimana kebijakan pembangunan yang tepat sasaran bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan Maluku Utara dapat menjadi provinsi yang lebih mandiri, sejahtera, dan produktif dalam sektor pertanian.

Bung

More From Author

Terkuak !! Terbakarnya Gudang Penimbunan BBM Bersubsidi Milik PENDI Mantan Anggota TNI Diduga Sengaja Dibakar Hilangkan BB Bisnis Ilegalnya 

Penjelasan Remaja Bojongsari Sebelum Dianiaya Oleh Ibu Tiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *