Jakarta – Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada (Koarmada) I menjalani latihan simulasi menghadapi situasi genting di Laut Natuna Utara. Radar Satkat mendeteksi kapal asing yang diduga mencuri ikan, bahkan dengan pengawalan kapal perang negara tetangga.
Latihan berlangsung di Pusat Kapal Perang (Pusatkaprang) Komando Latihan Koarmada I pada Senin (23/2). Prajurit TNI AL diasah kemampuan tempurnya untuk menjaga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, menjelaskan bahwa unsur patroli mendeteksi tiga kapal ikan asing yang mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) untuk mengelabui petugas.
“Radar kami juga mendeteksi dua kapal perang asing yang mendekat hingga jarak 12 mil laut dari lokasi, memperumit situasi,” ujar Ary.
Komandan kapal segera menetapkan status kesiapsiagaan tempur terbatas, tanpa memicu konflik. Satkat Koarmada I menyiapkan tim VBSS untuk penindakan sesuai hukum nasional dan ketentuan internasional, berpedoman pada Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982).
Latihan ini menekankan pengambilan keputusan komandan kapal dan kesiapan tim di lapangan saat menghadapi dinamika perbatasan utara Indonesia.










