Takengon – Sebanyak 781 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabupaten Aceh Tengah telah dipindahkan ke hunian sementara (huntara) sebagai tahap awal relokasi ke kawasan yang lebih aman.
Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil validasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
“Pemerintah telah melakukan validasi dan pendataan kepada warga terdampak, sehingga sebanyak 781 KK saat ini dipindahkan ke huntara,” ujarnya di Takengon, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, huntara yang telah dibangun tersebar di sejumlah kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Ketol, yang mencakup tiga desa terdampak, yakni Burlah, Serempah, dan Bintang Pepara. Di lokasi ini, sebanyak 252 KK telah menempati huntara yang sebelumnya diresmikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sementara itu, sebanyak 529 KK lainnya akan direlokasi ke enam titik huntara di Kecamatan Linge dan sekitarnya. Lokasi tersebut meliputi Desa Umang, Penarun, Jamat, Delong Sekinil, Reja Payung, dan Kutin Reja.
BPBD Aceh Tengah menargetkan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati huntara sebelum Hari Raya Idulfitri. Pemerintah daerah terus mempercepat proses pembangunan dan relokasi agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Selain 781 unit huntara yang telah tersedia, pemerintah daerah juga mengajukan tambahan sebanyak 285 unit kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna memenuhi kebutuhan warga terdampak lainnya.
Di sisi lain, Bappenas sebelumnya melaporkan kebutuhan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra mencapai Rp56,3 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung lebih dari 2.100 kegiatan pemulihan dalam tiga tahun ke depan.










