Jakarta — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberikan tarif nol persen bagi produk Amerika Serikat, khususnya gandum dan kedelai, yang masuk ke pasar domestik. Kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam produk olahan seperti mie, tahu, dan tempe.
“Dengan tarif nol persen, masyarakat Indonesia tidak akan terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor dari Amerika Serikat,” jelas pejabat pemerintah, Jumat, 20 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini secara tidak langsung berdampak bagi sekitar empat juta pekerja di sektor terkait dan sekitar 20 juta anggota keluarga mereka di seluruh Indonesia.
Selain itu, kedua negara sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik, sejalan dengan ketentuan World Trade Organization (WTO). Indonesia juga mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai regulasi nasional, sambil memastikan perlindungan data konsumen yang setara.
Langkah ini diharapkan memperkuat hubungan perdagangan bilateral sekaligus meringankan beban biaya hidup masyarakat Indonesia terkait bahan pangan impor dan transaksi digital.










