Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan komitmen dana miliaran dolar untuk rekonstruksi Jalur Gaza dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digelar di Washington, Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Trump menyampaikan bahwa sembilan negara anggota telah berjanji menyumbang total 7 miliar dolar (Rp118,1 triliun) untuk membangun kembali wilayah Palestina yang hancur akibat konflik berkepanjangan. Selain itu, Amerika Serikat berkomitmen memberikan tambahan 10 miliar dolar (Rp168,7 triliun).
“Dana ini adalah investasi untuk menciptakan stabilitas kawasan dan harapan bagi masa depan yang lebih harmonis,” ujar Trump, melansir Al Jazeera, Jumat, 20 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa sejumlah negara juga sepakat mengirim pasukan untuk membentuk kekuatan stabilisasi internasional, sebagai bagian dari rencana 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza.
Indonesia termasuk negara yang berpartisipasi. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya mengirim hingga 8.000 personel untuk mendukung misi perdamaian. Negara lain seperti Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania juga berkomitmen mengirim pasukan, sementara Mesir dan Yordania bertugas melatih aparat kepolisian Palestina.
Pasukan stabilisasi internasional direncanakan memulai operasi di Rafah, kawasan yang berada di bawah kendali Israel. Fokus awal mencakup pelatihan 12.000 polisi baru dan penempatan hingga 20.000 personel keamanan.
Meski demikian, total dana yang dijanjikan masih jauh dari estimasi kebutuhan sekitar 70 miliar dolar (Rp1,1 kuadriliun) untuk rekonstruksi penuh Gaza. Pelucutan senjata Hamas juga menjadi bagian dari rencana perdamaian, meski kelompok tersebut menolak menyerahkan senjata selama serangan Israel masih berlangsung.
Lebih dari 40 negara dan Uni Eropa mengirim pejabat untuk menghadiri pertemuan tersebut, sementara beberapa negara Eropa lain hadir sebagai pengamat.










