MELIHAT KEKAYAAN BUDAYA HALMAHERA TENGAH, WARISAN LUHUR YANG TETAP DILESTARIKAN.

HALMAHERA TENGAH, 20 April 2026 – Kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Halmahera Tengah merupakan aset berharga yang terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Berbagai tradisi, upacara adat, hingga kesenian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakatnya.

Berikut adalah beberapa budaya dan tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat Halmahera Tengah:

1. Tradisi Coka Iba dan Fanten
Tradisi Coka Iba dan Fanten merupakan budaya rutin yang dilaksanakan oleh masyarakat dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan dengan penuh kekhusyukan melalui kegiatan berzikir dan iringan shalawat Nabi yang dilantunkan semalam suntuk sebagai wujud cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah.

The Coka Iba and Fanten traditions are a culture carried out by the people of Central Halmahera to commemorate the birthday of the Prophet Muhammad SAW. This tradition is performed with dhikr and prayers recited all night long.

2. Upacara Eik Bet-Bet (Injang Tanah)
Upacara Eik Bet-Bet atau yang dikenal juga sebagai Injang Tanah (Injak Tanah), adalah tradisi penyambutan yang sangat istimewa. Ritual ini dilakukan untuk menyambut para tamu kehormatan yang baru pertama kali berkunjung. Eik Bet-Bet menjadi wujud nyata penghargaan dan penghormatan tinggi terhadap tamu, sekaligus ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan rezeki kepada Tuhan Yang Maha Esa.

The Eik Bet-Bet (Injang Tanah) ceremony is a tradition to welcome guests of honor visiting for the first time. This ritual is a form of appreciation and respect, as well as an expression of gratitude for safety and sustenance to God Almighty.

3. Upacara Fasugal
Upacara Fasugal merupakan salah satu rangkaian sakral dalam acara pernikahan adat Halmahera Tengah. Secara harfiah, Fasugal berarti menyambut menantu. Tradisi ini dilaksanakan oleh orang tua dan keluarga besar mempelai pria untuk secara resmi menyambut kedatangan menantu baru (mempelai wanita) yang diboyong oleh sang suami ke rumah orang tuanya.

The Fasugal ceremony is part of the traditional wedding events. Fasugal (welcoming the daughter-in-law) is held by the groom’s parents and family to officially welcome the bride who is brought to her husband’s parents’ house.

4. Tarian Lala
Tarian Lala adalah salah satu warisan seni gerak yang kini menjadi tarian khas dan kebanggaan masyarakat Halmahera Tengah. Seiring perkembangannya, tarian ini difungsikan sebagai tarian kehormatan. Tarian Lala biasanya ditampilkan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, penyambutan tamu besar, hingga upacara adat lainnya sebagai simbol keramahan.

The Lala dance is a traditional art that has become iconic to the people of Central Halmahera. It is used as an honorary dance and is performed at weddings, guest welcoming ceremonies, and other traditional events.

5. Alat Musik Bambu Tada
Seni musik di Halmahera Tengah juga memiliki keunikan tersendiri dengan kehadiran Bambu Tada. Ini adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bahan bambu yang dibentuk dan dimodifikasi menyerupai alat musik biola atau viol. Bambu Tada digunakan untuk mengiringi lagu-lagu daerah dan pertunjukan seni lainnya.

Bambu Tada is a traditional musical instrument made from bamboo shaped like a violin, used to accompany regional songs and traditional performances.

Budaya-budaya ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan identitas yang memperkuat jati diri masyarakat Halmahera Tengah yang penuh dengan nilai-nilai luhur, keramahan, dan kebersamaan.

“Red/Bung”

More From Author

Rihlah Akbar ke 9 di Maros Hadirkan 700 Orang Peserta

PERJUANGAN MELAWAN BANGSA SENDIRI, SULIT DIJELASKAN DENGAN KATA-KATA MANIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *