Cilegon — PT Krakatau Steel resmi mengirimkan pipa baja untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional serta meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri.
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menyampaikan sebanyak 83.000 ton pipa baja dipasok untuk proyek tersebut. Produk yang digunakan telah memenuhi standar internasional API 5L X52 PSL 2, yang dirancang untuk menahan tekanan operasional tinggi.
Ia mengapresiasi langkah cepat Krakatau Steel Group bersama konsorsium dalam menjaga progres proyek tetap sesuai jadwal. Proses pengelasan perdana (first welding) direncanakan dimulai pada pertengahan Maret 2026.
Menurut Laode, proyek pipa sepanjang 541 kilometer ini merupakan infrastruktur vital yang akan mengintegrasikan jaringan transmisi gas dari Sumatra hingga Jawa. Jika seluruh jaringan terbangun, total kontribusi Krakatau Steel dalam pembangunan pipa transmisi gas nasional diperkirakan mendekati 900 kilometer.
Sementara itu, Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo, memastikan proses pengiriman dilakukan sesuai target. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi nasional.
Proyek Dusem juga diproyeksikan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 60 persen, sehingga dapat memperkuat kemandirian industri baja nasional dan ekosistem manufaktur domestik.
Pipanisasi Dusem merupakan bagian dari jaringan pipa gas bumi Duri–Belawan dan ditargetkan selesai pada 2027. Infrastruktur ini nantinya akan menyalurkan gas dari Wilayah Kerja Andaman ke Jawa guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Pengembangan proyek tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong hilirisasi industri, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.










