LUKULAMO, HALMAHERA TENGAH, 21 April 2026 – Lihatlah sekeliling kita. Apa yang tersisa ? Bukan lagi udara segar yang bisa dihirup dengan tenang, bukan lagi air jernih yang mengalir bebas, dan bukan lagi pemandangan hijau yang menyejukkan mata.
Yang ada sekarang hanyalah debu yang menyesakkan, tanah yang gersang, dan kerusakan lingkungan yang nyata. Semua ini adalah “oleh-oleh” pahit yang ditinggalkan oleh aktivitas pertambangan yang beroperasi di tanah kita.
Setiap hari warga terpaksa hidup dalam ketidaknyamanan yang luar biasa. Paru-paru menjadi kotor, rumah dan pakaian selalu berdebu, serta ekosistem yang dulu subur kini rusak tak beraturan. Ini bukan sekadar gangguan kecil, ini adalah ancaman nyata terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup kita semua.
PERTANYAAN BESAR UNTUK KITA SEMUA:
Masyarakat Lukulamo,
Bagaimana menurut mu…. ?
Apakah kita akan terus MENJAGA MULUT, MENUTUP MATA, DAN TETAP DIAM membiarkan diri kita terus dizalimi
Membiarkan lingkungan kita hancur lebur demi keuntungan segelintir orang
Sudah saatnya kita BANGKIT DAN MELAWAN ✊️🔥
Sudah saatnya kita bersuara lantang menolak kerusakan yang semakin parah
Karena diam bukan berarti setuju, diam bukan berarti kuat.
Diam justru membuat mereka semakin berani berbuat seenaknya saja.
Lingkungan yang sehat adalah hak asasi setiap manusia.
Kita tidak meminta hadiah, kita menuntut hak untuk hidup layak dan bernapas dengan aman
JANGAN BIARKAN DESA KITA MATI DITIMPA DEBU DAN BANJIR
DIAM ATAU MELAWAN
PILIHAN ADA DI TANGAN KITA
LUKULAMO BERSATU
SELAMATKAN LINGKUNGAN KITA 🌱 💪 🔥
“Red/Bung”










