Jakarta – Banjir setinggi 50 hingga 60 sentimeter merendam area Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, pada Jumat, 20 Februari 2026. Akibatnya, aktivitas jual beli di pasar tersebut terhenti total karena genangan air yang cukup tinggi.
Salah satu pedagang, Dedi Andria, menilai banjir terjadi akibat gorong-gorong di bagian depan pasar yang tersumbat dan belum diperbaiki, sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke dalam area pasar.
“Permasalahannya dari gorong-gorong di depan pasar yang mampet dan belum diperbaiki, sehingga air masuk ke dalam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat pertama tiba di lokasi, ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Namun, seiring waktu debit air terus meningkat hingga mencapai kurang lebih 60 sentimeter. Kondisi tersebut membuat pembeli enggan masuk ke dalam pasar dan berdampak langsung pada aktivitas perdagangan.
Para pedagang berharap perbaikan sistem drainase segera dilakukan agar banjir tidak kembali terulang dan kegiatan ekonomi dapat berjalan normal.
Sebelumnya, banjir juga merendam Jalan Swadarma Raya di wilayah Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Genangan setinggi 30 hingga 40 sentimeter menutup sebagian ruas jalan utama dari arah Ciledug menuju kawasan Cipulir, Kebayoran Lama.
Banjir yang terjadi sejak pagi tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak malam hingga dini hari. Akibatnya, kemacetan panjang hingga sekitar tiga kilometer tidak dapat dihindari dari arah Ciledug menuju Jakarta.










