Pemerintah mempercepat realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) dengan menyiapkan lahan dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi operasional.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan bahwa percepatan dilakukan dengan memastikan ketersediaan lahan untuk kantor koperasi di setiap desa dan kelurahan, sehingga operasional koperasi bisa segera berjalan. “Mungkin perlu juga solusi soal tanah. Tidak cuma pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat juga harus ambil alih,” ujar Yandri dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Setelah lahan tersedia, pembangunan kantor koperasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan warga. Pemerintah juga menekankan penguatan SDM melalui pelatihan terpadu lintas kementerian dan lembaga.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya integrasi antar koperasi agar seluruh 81 ribu koperasi dapat saling terhubung dalam sistem terpadu. “Nanti kita latih semuanya. Kita harap koperasi ini nyambung satu sama lain,” kata Zulkifli.
Pemanfaatan teknologi dan penguatan komunikasi antar koperasi diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah koperasi, tetapi juga memperluas pemasaran serta meningkatkan kualitas produk dan jasa.
Rapat koordinasi ini dihadiri kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Koperasi, Dalam Negeri, Pertanian, Keuangan, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Kopdes/Kel Merah Putih dapat segera beroperasi dan menjadi penggerak ekonomi desa yang terintegrasi secara nasional.










