BPOM Kawal Keamanan Pangan Program MBG, Pastikan Makanan Aman dan Bergizi

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengawasan ketat terhadap keamanan pangan.

Ia menyampaikan, peran BPOM sangat penting untuk memastikan makanan yang disalurkan dalam program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi dan bebas dari kontaminasi yang berisiko bagi kesehatan.

“Keamanan pangan yang terjamin akan memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga bebas dari kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Taruna menambahkan, ketersediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi seimbang merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar program MBG berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat optimal bagi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kepolisian Negara Republik Indonesia di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Presiden mengungkapkan, saat ini telah tersedia sebanyak 22.275 SPPG atau dapur di seluruh provinsi yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

“Program ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat yang mampu, tetapi bagi sebagian besar rakyat, makan bergizi gratis sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Prabowo.

Ia juga mengapresiasi peran Polri dalam mendukung program tersebut. Fasilitas SPPG Polri dilengkapi berbagai peralatan standar keamanan pangan, seperti filter air, pemanas air untuk pencucian wadah makanan, serta alat sterilisasi ultraviolet guna mengurangi risiko bakteri dan virus.

Selain itu, dapur SPPG di Palmerah juga dilengkapi sistem pengujian keamanan pangan dengan empat parameter uji yang diproduksi di dalam negeri.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini Polri telah memiliki 1.179 unit SPPG. Sebagian besar telah beroperasi, sementara lainnya masih dalam tahap persiapan, pembangunan, maupun peletakan batu pertama.

Menurutnya, pembangunan SPPG juga difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program MBG sebagai strategi pemerintah dalam memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan optimal.

More From Author

Mendikdasmen Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis untuk Keluarga Prasejahtera

Revitalisasi 64 Sekolah di Buleleng, Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp90,7 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *