Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat pemantauan terhadap empat gunung api yang saat ini berstatus Siaga atau Level III. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mitigasi dan mengantisipasi potensi erupsi serta dampaknya terhadap masyarakat di sekitar kawasan rawan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemantauan dilakukan secara intensif sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan nasional menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik.
Empat gunung api yang berada pada status Siaga meliputi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Merapi dan Gunung Semeru.
Status Level III menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan, sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi dari pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang tinggal di zona rawan bencana.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, serta relawan kebencanaan untuk memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi aktivitas. Koordinasi tersebut mencakup sosialisasi jalur evakuasi, penyiapan logistik, serta kesiapan tempat pengungsian.
Selain itu, BNPB secara berkala memperbarui informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan setiap langkah penanganan berbasis data ilmiah serta mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat di masyarakat.
BNPB juga mengimbau warga agar mematuhi rekomendasi teknis dari PVMBG dan pemerintah daerah, termasuk tidak beraktivitas di radius bahaya serta menghindari wilayah aliran sungai yang berhulu dari puncak atau kawah aktif.
Kesiapsiagaan dan partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.










