Jakarta – Kolonel Infantri Nuryakin, Perwira Pembantu I / Rencana Program dan Anggaran serta Pelaksanaan Anggaran Srena Kogabwilhan-III, menegaskan bahwa wilayah Indonesia Timur memiliki peran strategis bagi stabilitas keamanan nasional. Kawasan ini dianggap krusial karena berbatasan langsung dengan negara tetangga di kawasan Indo-Pasifik.
“Wilayah Indonesia Timur termasuk salah satu bagian wilayah Indonesia yang sangat krusial. Pertimbangannya, wilayah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, khususnya di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Kolonel Nuryakin saat berdialog dengan Pro 3 RRI dalam siaran ‘TNI MENYAPA’, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menekankan, pentingnya kawasan ini juga sejalan dengan peran TNI sesuai undang-undang. Pengarahan dan penggunaan kekuatan militer berada di bawah kendali langsung Presiden, dengan kebijakan strategis dan perencanaan pertahanan dikoordinasikan melalui Menteri Pertahanan.
“Indonesia Timur sangat vital dalam konteks keamanan nasional. Jika wilayah ini aman, maka keamanan Indonesia secara keseluruhan dapat terjaga,” katanya.
Sebagai komando utama operasi di bawah Panglima TNI, Kogabwilhan III bertugas mengoordinasikan dan mengendalikan seluruh operasi militer di Indonesia Timur. Kolonel Nuryakin menegaskan, Kogabwilhan III juga menjadi penindak awal terhadap setiap kontingensi, baik gangguan dalam negeri maupun operasi militer dari luar.
Pangkogabwilhan III menyusun rencana kampanye militer dan skenario kontingensi sesuai kebutuhan penugasan. Semua pelaksanaan operasi, baik perang maupun operasi militer selain perang, tetap dilaporkan kepada Panglima TNI sebagai bagian dari mekanisme pengendalian strategis.
“Keamanan Indonesia Timur adalah kunci bagi keselamatan dan stabilitas nasional. Operasi dan pengawasan di wilayah ini menjadi prioritas kami,” tutup Kolonel Nuryakin.










