TNI Laksanakan Operasi Teritorial di Papua, Fokus pada Stabilitas Keamanan dan Pembinaan Masyarakat

Jakarta – Kolonel Infantri Nuryakin, Perwira Pembantu I / Rencana Program dan Anggaran serta Pelaksanaan Anggaran Srena Kogabwilhan-III, menegaskan bahwa operasi teritorial TNI di Papua dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan utama operasi ini adalah mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah serta mengatasi berbagai ancaman dan gangguan.

“Operasi teritorial dilaksanakan dengan sasaran yang jelas, yaitu terwujudnya stabilitas keamanan di wilayah. Dengan operasi ini, diharapkan tercipta kondisi aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujar Kolonel Nuryakin saat berdialog dengan RRI PRO3 dalam siaran ‘TNI MENYAPA’, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sasaran operasi teritorial tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga mencakup pembinaan masyarakat agar sadar hukum, menumbuhkan kesadaran bela negara, dan menanamkan cinta tanah air.

Kolonel Nuryakin menekankan, pendekatan operasi teritorial bersifat humanis. Prajurit TNI tidak hanya bertugas tempur, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.

Beberapa program yang dilakukan antara lain renovasi rumah tidak layak huni, perbaikan sekolah dan puskesmas, serta renovasi fasilitas umum seperti gereja, museum, jembatan, dan pembangunan jalan baru.

“Pembuatan jalan baru dan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat dilakukan sebagai bentuk kepedulian prajurit untuk meringankan kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, prajurit TNI juga membantu tenaga pengajar di daerah yang kekurangan guru, membangun instalasi energi terbarukan seperti solar cell dan kincir angin air, serta menyalurkan air bersih.

Kolonel Nuryakin menegaskan, keberadaan prajurit di Papua bukan untuk mencari musuh, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata dan solusi atas kesulitan yang dihadapi warga setempat.

“Keberadaan kita di masyarakat adalah untuk mengatasi kesulitan dan memberikan kontribusi positif, bukan semata-mata urusan militer,” tutupnya.

More From Author

Presiden Prabowo Subianto Paparkan Capaian Investasi USD 53 Miliar di Forum Bisnis AS

Kolonel Nuryakin Tegaskan Indonesia Timur Vital untuk Stabilitas Keamanan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *