Indonesia Tegaskan Dukungan De-Eskalasi Konflik dan Perlindungan Infrastruktur Telekomunikasi Sipil

Mediagroupnusantara.id – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya de-eskalasi konflik global dengan menekankan pentingnya pendekatan yang imparsial serta penghormatan terhadap hukum internasional dalam menjaga keamanan infrastruktur telekomunikasi sipil.

Sikap tersebut disampaikan dalam pembicaraan via telepon antara Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Republik Islam Iran, Seyyed Sattar Hashemi, Senin (25/5/2026).

Dalam komunikasi diplomatik tersebut, Pemerintah Iran meminta dukungan resmi Indonesia terhadap rancangan resolusi di Dewan International Telecommunication Union terkait dampak serangan terhadap infrastruktur telekomunikasi sipil di kawasan Timur Tengah.

Resolusi tersebut dinilai penting karena serangan terhadap fasilitas telekomunikasi sipil dapat mengganggu stabilitas konektivitas regional hingga global.

Menkomdigi RI, Meutya Viada Hafid menegaskan Indonesia memandang perlunya perlindungan terhadap fasilitas siber publik dari berbagai bentuk eskalasi konflik. Namun, pembahasan di forum internasional tetap harus berjalan sesuai mandat teknis lembaga terkait.

“Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang imparsial, de-eskalasi, serta penghormatan penuh terhadap hukum internasional. Pembahasan mengenai dampak serangan terhadap infrastruktur telekomunikasi sipil juga harus tetap dikawal agar berjalan sejalan dengan mandat teknis yang dimiliki ITU,” ujarnya.

Menurut Meutya, langkah tersebut penting guna mencegah politisasi berlebihan di dalam forum teknis internasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap fasilitas publik tetap menjadi prioritas utama.

Selain membahas isu geopolitik di Dewan ITU, kedua negara juga memanfaatkan komunikasi bilateral tersebut untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Indonesia dan Iran sepakat mempercepat penyelesaian dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama teknologi digital antar kedua negara. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran talenta digital, penguatan keamanan siber, hingga pengembangan ekosistem inovasi teknologi.

“Kami menyambut baik penguatan hubungan bilateral ini. Akselerasi penyelesaian MoU teknologi informasi antara Indonesia dan Iran akan menjadi babak baru dalam mendorong pertukaran keahlian sekaligus memperkuat ketahanan digital di masing-masing negara,” kata Meutya.

Melalui penguatan diplomasi digital tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang aktif mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung perdamaian dunia serta menjaga ruang siber global tetap aman, inklusif, dan produktif bagi seluruh negara.

Tim Redaksi

More From Author

Polsek Bantan Dampingi Kelompok Tani Kembangkan Jagung Pipil untuk Dukung Ketahanan Pangan

KRI Bima Suci Tiba di Shanghai, Bawa Misi Diplomasi dan Persahabatan Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *