Pemerintah Revitalisasi 92 Sekolah di Klaten, Anggaran Capai Rp61,01 Miliar

Pemerintah terus mempercepat penguatan infrastruktur pendidikan di daerah melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebanyak 92 sekolah dari berbagai jenjang telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp61,01 miliar.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengurangi kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pemerintah telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di Indonesia dengan dukungan anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Sebagian di antaranya berada di Kabupaten Klaten.

“Ini adalah pelaksanaan mandat Presiden untuk memastikan sekolah semakin layak, aman, dan mampu mendukung proses belajar yang optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).

Dari total 92 satuan pendidikan di Klaten, revitalisasi mencakup lima PAUD, 50 SD, 21 SMP, enam SMA, delapan SMK, serta dua Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF). Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet dan fasilitas sanitasi, ruang UKS, perpustakaan, laboratorium, hingga penyediaan area bermain dan Alat Peraga Edukatif (APE) untuk jenjang PAUD/TK.

Selain perbaikan infrastruktur fisik, pemerintah juga mendorong transformasi digital dalam pembelajaran. Secara nasional, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.850 Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah, disertai pelatihan bagi para guru agar perangkat dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk tahun 2026, pemerintah melalui APBN mengalokasikan revitalisasi bagi 11.474 satuan pendidikan. Presiden Prabowo Subianto bahkan menargetkan penambahan hingga 60 ribu sekolah, sehingga total revitalisasi diproyeksikan mencapai sekitar 70 ribu satuan pendidikan tahun ini.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terkait transformasi digital, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar infrastruktur sekolah.

Ia juga menilai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan bersamaan dengan revitalisasi sekolah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Klaten, Yustina Nevi Kusharini, merasakan langsung manfaat program tersebut. Sekolahnya memperoleh bantuan pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi dua toilet, serta pembangunan satu rumah singgah.

“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar, baik bagi guru maupun siswa,” ungkapnya.

Dari total anggaran Rp61,01 miliar, alokasi dana meliputi PAUD sebesar Rp762,65 juta untuk lima sekolah, SD Rp21,43 miliar untuk 50 sekolah, SMP Rp12,57 miliar untuk 21 sekolah, SMA Rp7,33 miliar untuk enam sekolah, SMK Rp17,81 miliar untuk delapan sekolah, serta SPNF Rp1,09 miliar untuk dua satuan pendidikan.

Program revitalisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan di daerah. Dengan fasilitas yang semakin memadai dan dukungan digitalisasi, pemerintah menargetkan pemerataan kualitas pembelajaran serta memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang aman, layak, dan bermutu.

More From Author

Pemerintah Revitalisasi 92 Sekolah di Klaten, Anggaran Capai Rp61,01 Miliar

Mendikdasmen Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis untuk Keluarga Prasejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *