LISBON – Pelatih José Mourinho mengeluarkan komentar mengejutkan setelah sayap serang Vinícius Júnior menjadi korban dugaan rasisme dalam pertandingan leg pertama Playoff 16 Besar UEFA Champions League 2025–2026 antara Benfica dan Real Madrid di Estadio Da Luz, Lisbon, Rabu dini hari WIB.
Real Madrid menang 1–0 berkat gol Vinícius pada menit ke-50, namun selebrasi golnya memicu reaksi dari suporter tuan rumah dan memunculkan insiden dugaan pelecehan ras terhadap pemain Brasil tersebut. Seorang pemain Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan kata-kata bernada rasis ketika berbicara kepada Vinícius, yang memicu protes dan berhentinya pertandingan selama beberapa menit di bawah protokol anti-rasisme UEFA.
Alih-alih langsung mengutuk insiden tersebut, Mourinho justru menyinggung cara selebrasi Vinícius yang dianggapnya “provokatif” bagi suporter tuan rumah, serta membandingkan selebrasi itu dengan cara legenda klub seperti Eusébio atau Pelé. “Dia adalah pemain kelas dunia… tapi kenapa dia tidak selebrasi seperti Pele atau Eusebio? Ini yang saya tidak paham,” ujar Mourinho, mengutip dari media Spanyol.
Komentar pelatih Benfica itu memicu kritik dari sejumlah pihak, karena dinilai mengalihkan fokus dari isu rasisme yang dihadapi Vinícius dan seolah-olah menyalahkan selebrasi pemain Real Madrid daripada perilaku diskriminatif yang terjadi. Insiden rasisme dalam sepak bola terus menjadi sorotan, dan UEFA kini tengah menyelidiki kejadian di Lisbon tersebut.
Pertandingan leg kedua antara kedua klub akan digelar di Santiago Bernabéu, Madrid, pada akhir Februari 2026, dengan insiden ini menjadi salah satu sorotan utama jelang laga tersebut.










